Aku tidak ingin menyerah

 Mau Berubah Menjadi Lebih Baik

“Kekuatan kemauan, ibarat orang buta yang kuat,

yang bisa mengangkat orang bodoh yang bisa melihat.”

(Arthur Schopenhauer)

Saya memulai buku ini dengan tulisan bertema “mau”.

Kenapa demikian? Karena kata inilah yang mampu

mengubah segalanya. Dengan kata ini seseorang akan

menjadi seperti apa yang mereka inginkan. Kata “mau”

adalah awal seseorang melangkah. Kata “mau” adalah

modal penggerak utama bagi setiap orang.

Kenapa tidak “niat” seperti yang banyak terdapat di

awal-awal pembahasan buku? Tidak, karena terkadang

niat baru akan muncul setelah ada kemauan. Seseorang

mempunyai kemauan terlebih dahulu, baru kemudian

niat. Atau bahkan, niat tidak ada, tapi karena ada

kesempatan yang mendorong adanya kemauan, akhir-

nya suatu kegiatan terlaksana juga.

Ketika duduk di bangku SMP dulu, tidak ada niatan

sedikit pun untuk menjadi seorang penulis seperti yang

saya geluti sekarang. Tapi kemudian rasa-rasanya enak

juga jika kelak menjadi seorang penulis. Pagi-pagi duduk

di depan laptop bersama keluarga di rumah. Ditemani

teh hangat yang membangkitkan semangat. Kemudian

masih ada waktu untuk mengantar anak-anak berangkat

sekolah. Menemani istri belanja di pasar. Jalan-jalan ke

mana pun masih bisa dilakukan asalkan ada laptop atau

perangkat lain yang bisa digunakan untuk menulis. Fix,

saya ingin menjadi penulis. Saya mau menjadi penulis.

Saya putuskan saat itu, saya harus menjadi seorang

penulis. Yang selanjutnya saya niatkan untuk mengubah

sesuatu di tengah masyarakat melalui tulisan saya.

Niat itu penting, bahkan sangat penting, tapi untuk

memulai sesuatu yang baru dan berat kita butuh

kemauan. Kita butuh pendorong untuk semangat me-

lakukan sesuatu itu, nah, itulah kemauan. Kita harus mau

terlebih dahulu, baru kemudian niat.

Ketika memutuskan membeli buku ini atau ingin

membaca buku ini, saya yakin kita sudah mempunyai

kemauan untuk melakukan perubahan dalam hidup kita.

Saya yakin kemauan untuk melakukan sesuatu yang

berarti dalam hidup ini sudah ada di dalam hati kita.

Itulah modal yang sangat utama yang harus kita miliki,

dan kabar baiknya kita telah memilikinya. Selamat.

Bahkan bisa dibilang, kemauan adalah setengah dari

semua perubahan itu sendiri. Jika kemauan sudah

muncul, maka selanjutnya tinggal melakukan apa ke-

mauan kita. Jalani apa yang ingin kita lakukan. Lakukan

apa yang menjadi kemauan. Tuntaskan apa yang kita

mulai. Dan teruslah melakukannya hingga kita ahli di

bidangnya.

Kemauan juga bisa diartikan sebagai kunci pembuka

untuk kehidupan baru yang berada di balik pintu. Jika

kita mau menggunakan kunci yang bernama kemauan,

maka segalanya bisa terbuka untuk kita lalui. Segalanya

sudah ada dalam genggaman. Sekali lagi, saya ucapkan

selamat buat kamu yang mempunyai kemauan untuk

berubah menjadi lebih baik. Selamat buat kamu yang

mempunyai kemauan untuk terus memperbaiki diri.

Yakinlah, kemauan memperbaiki diri itu tidak mudah.

Tidak semua orang punya, dan tidak sembarang orang

memilikinya di dalam dada. Beruntunglah kita yang pu-

nya kemauan berhijrah. Keinginan dan kemauan untuk

mengubah kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru yang

lebih baik. Kemauan untuk terus mengasah diri, mem-

perbaiki diri, membangun potensi, meningkatkan ke-

imanan, belajar istiqamah dengan segala kebaikan yang

kita jalani.

Teruslah tanam kemauan untuk terus memperbaiki

diri sepenuh hati. Jaga baik-baik di dalam hati agar

kita terus terjaga menjadi pribadi yang beruntung.

Sebagaimana yang disebut dalam hadis yang sering kita

dengar, “Hari ini lebih baik daripada kemarin.” Begitulah

keberuntungan yang kita dapatkan. Begitulah harusnya

kita menanam dan menjaga kemauan untuk terus

memperbaiki diri sepenuh hati.

Hijrah itu tidak mudah. Ada begitu banyak rintangan

dan halangan. Sebelum kita membahas halangan dari luar, kita harus tuntas menghalau segala rintangan dari

dalam. Rintangan yang paling dominan dalam sebuah

perubahan seseorang adalah kemauan.

Betapa kemauan mampu mengubah kehidupan sese-

orang. Betapa kemauan mampu mendobrak keterbatas-

an. Begitu banyak orang-orang dengan segala keter-

batasan dan tanpa dukungan orang-orang di sekeliling

mampu mengubah hidupnya, semuanya diawali dengan

kemauan kuat untuk mengubah. Karena melelahkan jika

hanya menjadi kita yang biasa-biasa.

Ayo terus memupuk kemauan untuk menjadi lebih baik,

untuk terus mengasah kemampuan dan keimanan agar

kita menjadi orang-orang yang beruntung sebagaimana

yang dijanjikan.

Jangan malu menyampaikan keinginan kita kepada

orang-orang terdekat untuk memperbaiki diri. Sam-

paikan keinginan kita untuk mendapat dukungan dari

orang-orang tercinta. Sudah bertekad untuk melengkapi

kewajiban shalat, lakukan dan sampaikan. Ingin memulai

menutup aurat dengan sempurna, jangan lupa beritahu-

kan kepada orang tua. Ingin merutinkan tilawah satu juz

setiap hari, mulailah dan beri tahu mereka.

Semoga keinginan dan kemauan kita diterima mereka

dan mendapat dukungan. Sehingga setiap kita melaku-

kan perubahan ada semangat yang mengalir dari

dalam. Ada motivasi tersendiri untuk terus melakukan kebaikan. Ada dorongan yang terjaga agar kita tidak

berhenti melakukan perbaikan diri. Agar kita terus

semangat menuju jalan hijrah yang akan kita tempuh

nanti.

Langkah Sederhana

Beritahukan orang-orang terdekat

bahwa kita ingin berubah menjadi lebih baik,

ingin berubah menjadi diri yang baru.

Terutama orang tua dan pasangan kita.

Ingin memulai menutup aurat dengan sempurna.

Ingin merutinkan bacaan tilawah.

Ingin menunaikan shalat-shalat sunnah.

Dan lain sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar